AWAS PELANTANG TELINGA !!!!!
Mendengarkan musik bagi sebagian orang kurang asik jika tidak menggunakan pelantang telinga atau
head set.Alat tersebut dapat membuat suara yang dikeluarkan pemutar musik
terdengar lebih keras di telinga.cara pemakaian mudah,hanya dengan menempelkan
ke telinga,serta mengatur volumenya sehingga membuat siapa saja bisa
menggunakanya.

Menyumbat telinga dengan soeaker kecil
itu bertujuan mencegah masuknya suara lain dari luar.Suara akan terdengar lebih
keras karena langsung menuju ke indera pendengaran.
Dalam proses mendengar telingga mempunyai 2 sistem hantaran dalam menerima
bunyi dari luar.Pertama hantaran udara atau air condicion kedua hantaran tulang atau bone
condicion pada hantaran udara bunyi dihantarkan udara lalu masuk ke
telinga dan menggetarkan gendang telinga .Kemudian getaran tersebut akan terus
masuk keruang keong (koklea) .Cairan dalam rumah siput mengarah ke bulu-bulu
halus untuk merangsang serabut syaraf pendengaran.Syaraf pendengaran lalu
menyampaikan ke otak sehingga kita bisa mengartikan atau mengidentifikasi suara
tertentu.
Proses yang sama terjadi pada hantaran tulang .Bedanya ,getaran bunyi
tidak disampaikan udara melalui tulang-tulang tengkorak ke cairan di telinga
dalam.Jenis ini berperan sebagai penghantaran bunyi yang sangat keras.Nah jka
kita menempelkan pelantang telinga ,maka yang terjadi adalah telingga menerima bunyi dari dua jenis
hantaran sekaligus ,yaotu udara dan tulang.Ditambah dengan tidak adanya suara
darai luar yang masuk ke telinga.Maka pelantang telinga memang selalu berhasil
membuat pendengaran fokus pada suara yang didengar.
Sayangnya belum banyak yang mengetahui
bahwa dibalik kebiasaan mendengarkan musik dengan volume keras ,indra
pendengar terancam mengalami kerusakan.Hal itu bisa terjadi Jika kita
mendengarkan suara sangat keras dan dalam waktu yang lama suara normal,ambang
pendengaran manusia sangat fleksibel ,sehingga kadangkala nilai ambang dapat
bergeser sesuai lamanya paparan suara atau intensitas suara yang didengar.Saat
suara mencapai 90 desibel,kita tidak
disarankan mendengarkan lebih dari 30 menit.Namun hal tersebut sering kali
tidak indahkan oleh kaum muda yang
mendengar kan musik dengan pelantang telinga berjam-jam.Mereka
mendengarkan lagu sambari aktivitas lain seperti dalam perjalanan jauh,berolahraga
bahkan saat tidur.
EFEK JANGKA PANJANG
Kerusakan akibat terlalu sering
menggunakan pelantang telinga memang tidak segera bahkan titak membahayakan
jiwa.Namun berkurangnya daya pendengaran sering tidak disadari dan sangat
memungkinkan seseorang kehilangan pendengaran diusia muda.
Jadi jangan kelamaan menggunakan
pelantang telingga atau head seat karena dapat menyebabkan TULI bagi kita .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar