Kamis, 30 April 2015

Awas Pelantang Telinga



AWAS PELANTANG TELINGA !!!!!
Mendengarkan musik bagi sebagian orang kurang asik  jika tidak menggunakan pelantang telinga atau head set.Alat tersebut dapat membuat suara yang dikeluarkan pemutar musik terdengar lebih keras di telinga.cara pemakaian mudah,hanya dengan menempelkan ke telinga,serta mengatur volumenya sehingga membuat siapa saja bisa menggunakanya.
 Hasil gambar untuk pelantang telinga

Menyumbat telinga dengan soeaker kecil itu bertujuan mencegah masuknya suara lain dari luar.Suara akan terdengar lebih keras karena langsung menuju ke indera pendengaran.
  Dalam proses mendengar telingga mempunyai 2 sistem hantaran dalam menerima bunyi dari luar.Pertama hantaran udara atau air condicion  kedua hantaran tulang atau bone condicion pada hantaran udara bunyi dihantarkan udara lalu masuk ke telinga dan menggetarkan gendang telinga .Kemudian getaran tersebut akan terus masuk keruang keong (koklea) .Cairan dalam rumah siput mengarah ke bulu-bulu halus untuk merangsang serabut syaraf pendengaran.Syaraf pendengaran lalu menyampaikan ke otak sehingga kita bisa mengartikan atau mengidentifikasi suara tertentu.
  Proses yang sama terjadi pada hantaran tulang .Bedanya ,getaran bunyi tidak disampaikan udara melalui tulang-tulang tengkorak ke cairan di telinga dalam.Jenis ini berperan sebagai penghantaran bunyi yang sangat keras.Nah jka kita menempelkan pelantang telinga ,maka yang terjadi  adalah  telingga menerima bunyi dari dua jenis hantaran sekaligus ,yaotu udara dan tulang.Ditambah dengan tidak adanya suara darai luar yang masuk ke telinga.Maka pelantang telinga memang selalu berhasil membuat pendengaran fokus pada suara yang didengar.
   Sayangnya belum banyak yang mengetahui  bahwa dibalik kebiasaan mendengarkan musik dengan volume keras ,indra pendengar terancam mengalami kerusakan.Hal itu bisa terjadi Jika kita mendengarkan suara sangat keras dan dalam waktu yang lama suara normal,ambang pendengaran manusia sangat fleksibel ,sehingga kadangkala nilai ambang dapat bergeser sesuai lamanya paparan suara atau intensitas suara yang didengar.Saat suara mencapai 90  desibel,kita tidak disarankan mendengarkan lebih dari 30 menit.Namun hal tersebut sering kali tidak indahkan oleh kaum muda yang  mendengar kan musik dengan pelantang telinga berjam-jam.Mereka mendengarkan lagu sambari aktivitas lain seperti dalam perjalanan jauh,berolahraga bahkan saat tidur.

EFEK JANGKA PANJANG
Kerusakan akibat terlalu sering menggunakan pelantang telinga memang tidak segera bahkan titak membahayakan jiwa.Namun berkurangnya daya pendengaran sering tidak disadari dan sangat memungkinkan seseorang kehilangan pendengaran diusia muda.
Jadi jangan kelamaan menggunakan pelantang telingga atau head seat karena dapat menyebabkan TULI bagi kita .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar