Pengusaha Muda yang Merintis Usahanya Dari Nol Hingga Sukses
Menjadi seorang wirausaha muda sukses itu
tak semudah membalikkan telapak tangan dan juga tak sesulit mengambil
bintang di langit. Banyak proses yang perlu di lalui, banyak pengalaman
yang perlu didapati dan juga banyak hal yang masih perlu dipelajari.
Untu kitu, selagi masih
muda, mencobalah untuk berbisnis atau berwira usaha. Tak perlu usaha
yang memerlukan modal berjuta-juta. Cukup dengan modal yang minim atau
menjalankan usaha tanpa modal usaha yang dijalankan akan berhasil dan
sukses.
Bicara mengenai wirausahawan
muda yang sudah sukses. Sebenarnya di Indonesia sudah banyak sekali,
walaupun tingkat kesuksesan seseorang itu berbeda-beda.
Seperti seorang anak muda yang bernama Ayudia Hapsari yang
mulai berbisnis ketika masih sekolah dari tahun 2008 hingga sekarang.
Dengan di bantu ibunya ia bisa menjual sekitar 8 cake setiap minggunya,
itupun dengan modal yang sangat minim sekali.
Tidak mempunyai latar
belakang bisnis, ia lulusan dari Universitas Pendidikan Indonesia
Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni jurusan Bahasa Indonesia. Motivasi
ia membuka bisnis adalah “ingin membuka lapangan pekerjaan sendiri dan
bias mempekerjakan orang lain dibandingan meminta dan mengemis pekerjaan
kepada orang lain” itu ucapnya dalam obrolan kami. Sasaran pembeli
utama ia adalah kalakang Mahasiswa, maka dari itu tidaklah heran harga
yang ditawarkan cukuplah terjangkau.
Bermula dari berjualan di
kampus dengan penghasilan yang tidak menentu dan sekarang ia sudah
mempunyai penghasilan tetap sebesar 2,5juta/bulannya, “tidaklah mudah
mendapatkan hasil manis seperti itu ada jatuh bangunnya dalam suatu
bisnis dan itu yang membuat bisnis kita maju” itu yang diuraikannya.
Dalam keinginannya untuk
menjalankan bisnis pastry itu. Kemudian dia berkeinginan mempunyai lebel
sendiri agar bias dikenal oleh orang banyak. Dan pada Juli 2012 ia
mempunyai lebel untuk bisnisnya yang diberi nama Tina Licious Bandung.
Dan sekarang bisnisnya pun
dikenal di berbagai Universitas Negeri di Bandung. Agar bisnisnya
semakin diminati oleh kalangan Mahasiswa khususnya ia membuat strategi
bisnisnya dengan memasang iklan-iklan di berbagai akun twitter
Universitas di Bandung dan memberikan bonus kue di berbagai kuis di akun
twitternya. Itulah strategi bisnis yang cukup baik untuk memulai
bisnis.
“Berbisnis itu bukan hanya
mencari penghasilan, didalam bisnis kita juga belajar untuk bersabar,
berbagi dan bangkit juga pantang menyerah.” Itulah yang menjadi semangat dalam berbisnisnya.
Pengusaha Sukses Dari Nol
BasKo atau nama lengkapnya Basrizal Koto lahir di Pariaman, SumBar tahun 1959. Ia seorangpengusaha sukses berbisnis
di banyak bidang, seperti: media, percetakan, pertambangan, peternakan,
perhotelan properti, dan lain-lain. Masa kecilnya yang serba kekurangan
memaksanya bekerja keras dan bertekad kuatmelawan kemiskinan.
Dia tak mau menyalahkan keadaan. Karena memangmemang sudah takdirnya
dilahirkan dari keluarga yang serba kekurangan. Menyalahkan takdir, sama
dengan menggugat ketentuan ALLAH, katanya. Dia benar-benar memulainya
dari nol. Jangankan modal uang, sodal pendidikan pun dia tidak punya.
Basko, bahkan tidak menamatkan Sekolah dasarnya. Seperti kita paham,
budaya lelaki di Sumatera Barat adalah budaya perantau. maka, dengan
ijin ibundanya, pada saat kelas 5 SD, ia memilih untuk merantau ke Riau,
dibanding meneruskan sekolahnya.
Apa kunci suksesnya?
Sebelum pergi, ibunya memberi nasehat panjang padanya. Dan intinya adalah 3K, yaitu pandai ber-Komunikasi, cari segala Kemungkinan, manfaatkan Kesempatan dan peluangnya, serta bekerjalah dengan Komitmen yang
tinggi. Prinsip inilah yang ia diterapkan dalam bisnis-bisnisnya hingga
seperti sekarang. Dia ingat, pertama kali di Riau, ia berangkat saat
fajar ke terminal bis dan menawarkan diri menjadi kondektur oplet.
Kehidupan menjadi kondektur oplet itu memberinya banyak pelajaran hidup
soal komunikasi dan komitmen itu. Selain menjadi kondektur, beliau juga
pernah berjualan pisang, petai, jadi supir hingga jadi makelar
kenderaan. Semua dijalaninya sebagai sebuah proses pembangunan dirinya.
Terampil komunikasi, jaringan, menepati janji, dan menjaga kepercayaan akhirnya membawa kesuksesan untuk menaklukkan kemiskinan, membangun kerajaan bisnis, dan menciptakan lapangan kerja.
Jumlah perusahaannya kini telah mencapai 15 perusahaan, dan sejak 2006 dia juga terjun ke bisnis pertambangan batu bara di Riau, menyediakan TV kabel dan layanan internet di Sumatera. Beberapa perusahaan yang masuk Grup MCB miliknya
adalah PT Basko Minang Plaza (pusat perbelanjaan), PT Cerya Riau Diri
Printing (CRMP) (pencetakan), PT Cerya Zico Utama (properti), PT Jaya
Bastara Muda (tambang batubara), PT Riau Agro Mandiri (penggemukan,
impor dan ekspor ternak), PT Agro Mandiri Riau Perkasa (pembibitan,
pengalengan daging), PT Indonesian Mesh Network (TV kabel dan Internet),
dan PT Hotel Best Western dan sekarang berganti nama menjadi Premier
Basko Hotel Padang.
Ketika ditanya apakah yang membuat pak Basko mampu berkembang dan
bertahan terus, maka beliau menuliskan rangkaian kalimat berikut, yang
sangat menginspirasi saya:
Tidak ada kata menyerah.
Tidak ada kata menyalahkan atas kemiskinannya.
Tidak ada kata kecewa dan keluhan.
Tidak ada kesombongan.
Tidak ada kebencian.
Tidak ada kedurhakaan kepada orang tua.
Tidak ada kata memanjakan anak-anaknya.
Tidak ada kata malas.
Tidak ada kata tidak bisa.
Tidak ada behenti, terus berlari.
Tidak ada kata tidak layak.
Tidak ada kata nyaman.
Tidak ada kata tidak bersyukur.
Kecuali kata terima kasih Ya Allah atas segala-galanya.
H.Basrizal Koto
Tidak ada komentar:
Posting Komentar