Kamis, 30 April 2015

Pengusaha Muda yang Merintis Usahanya Dari Nol Hingga Sukses

Pengusaha Muda yang Merintis Usahanya Dari Nol Hingga Sukses



1383654523200681094
Menjadi seorang  wirausaha muda sukses itu tak semudah membalikkan telapak tangan dan juga tak sesulit mengambil bintang di langit. Banyak proses yang perlu di lalui, banyak pengalaman yang perlu didapati dan juga banyak hal yang masih perlu dipelajari.
Untu kitu, selagi masih muda, mencobalah untuk berbisnis atau berwira usaha. Tak perlu usaha yang memerlukan modal berjuta-juta. Cukup dengan modal yang minim atau menjalankan usaha tanpa modal usaha yang dijalankan akan berhasil dan sukses.
Bicara mengenai wirausahawan muda yang sudah sukses. Sebenarnya di Indonesia sudah banyak sekali, walaupun tingkat kesuksesan seseorang itu berbeda-beda.
Seperti seorang anak muda yang bernama Ayudia Hapsari yang mulai berbisnis ketika masih sekolah dari tahun 2008 hingga sekarang. Dengan di bantu ibunya ia bisa menjual sekitar 8 cake setiap minggunya, itupun dengan modal yang sangat minim sekali.
Tidak mempunyai latar belakang bisnis, ia lulusan dari Universitas Pendidikan Indonesia Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni jurusan Bahasa Indonesia. Motivasi ia membuka bisnis adalah “ingin membuka lapangan pekerjaan sendiri dan bias mempekerjakan orang lain dibandingan meminta dan mengemis pekerjaan kepada orang lain” itu ucapnya dalam obrolan kami. Sasaran pembeli utama ia adalah kalakang Mahasiswa, maka dari itu tidaklah heran harga yang ditawarkan cukuplah terjangkau.
Bermula dari berjualan di kampus dengan penghasilan yang tidak menentu dan sekarang ia sudah mempunyai penghasilan tetap sebesar 2,5juta/bulannya, “tidaklah mudah mendapatkan hasil manis seperti itu ada jatuh bangunnya dalam suatu bisnis dan itu yang membuat bisnis kita maju” itu yang diuraikannya.
Dalam keinginannya untuk menjalankan bisnis pastry itu. Kemudian dia berkeinginan mempunyai lebel sendiri agar bias dikenal oleh orang banyak. Dan pada Juli 2012 ia mempunyai lebel untuk bisnisnya yang diberi nama Tina Licious Bandung.
Dan sekarang bisnisnya pun dikenal di berbagai Universitas Negeri di Bandung. Agar bisnisnya semakin diminati oleh kalangan Mahasiswa khususnya ia membuat strategi bisnisnya dengan memasang iklan-iklan di berbagai akun twitter Universitas di Bandung dan memberikan bonus kue di berbagai kuis di akun twitternya. Itulah strategi bisnis yang cukup baik untuk memulai bisnis.
“Berbisnis itu bukan hanya mencari penghasilan, didalam bisnis kita juga belajar untuk bersabar, berbagi dan bangkit juga pantang menyerah.” Itulah yang menjadi semangat dalam berbisnisnya.

Pengusaha Sukses Dari Nol
BasKo atau nama lengkapnya Basrizal Koto lahir di Pariaman, SumBar tahun 1959.  Ia seorangpengusaha sukses berbisnis di banyak bidang, seperti: media, percetakan, pertambangan, peternakan, perhotelan properti, dan lain-lain. Masa kecilnya yang serba kekurangan memaksanya bekerja keras dan bertekad kuatmelawan kemiskinan. Dia tak mau menyalahkan keadaan. Karena memangmemang sudah takdirnya dilahirkan dari keluarga yang serba kekurangan. Menyalahkan takdir, sama dengan menggugat ketentuan ALLAH, katanya. Dia benar-benar memulainya dari nol. Jangankan modal uang, sodal pendidikan pun dia tidak punya. Basko, bahkan tidak menamatkan Sekolah dasarnya. Seperti kita paham, budaya lelaki di Sumatera Barat adalah budaya perantau. maka, dengan ijin ibundanya, pada saat kelas 5 SD, ia memilih untuk merantau ke Riau, dibanding meneruskan sekolahnya.
Basrizal Koto Pengusaha Sukses yang Tak tamat SD
Basrizal Koto Pengusaha Sukses yang Tak tamat SD

Apa kunci suksesnya?

Sebelum pergi, ibunya memberi nasehat panjang padanya. Dan intinya adalah 3K, yaitu  pandai ber-Komunikasi, cari segala Kemungkinan, manfaatkan Kesempatan dan peluangnya, serta bekerjalah dengan Komitmen yang tinggi. Prinsip inilah yang ia diterapkan dalam bisnis-bisnisnya hingga seperti sekarang. Dia ingat, pertama kali di Riau, ia berangkat saat fajar ke terminal bis dan menawarkan diri menjadi kondektur oplet. Kehidupan menjadi kondektur oplet itu memberinya banyak pelajaran hidup soal komunikasi dan komitmen itu. Selain menjadi kondektur, beliau juga pernah berjualan pisang, petai, jadi supir hingga jadi makelar kenderaan. Semua dijalaninya sebagai sebuah proses pembangunan dirinya.
Terampil komunikasijaringanmenepati janji, dan menjaga kepercayaan akhirnya membawa kesuksesan untuk menaklukkan kemiskinan, membangun kerajaan bisnis, dan menciptakan lapangan kerja.
Jumlah perusahaannya kini telah mencapai 15 perusahaan, dan sejak 2006 dia juga terjun ke bisnis pertambangan batu bara di Riau, menyediakan TV kabel dan layanan internet di Sumatera. Beberapa perusahaan yang masuk Grup MCB miliknya adalah PT Basko Minang Plaza (pusat perbelanjaan), PT Cerya Riau Diri Printing (CRMP) (pencetakan), PT Cerya Zico Utama (properti), PT Jaya Bastara Muda (tambang batubara), PT Riau Agro Mandiri (penggemukan, impor dan ekspor ternak), PT Agro Mandiri Riau Perkasa (pembibitan, pengalengan daging), PT Indonesian Mesh Network (TV kabel dan Internet), dan PT Hotel Best Western dan sekarang berganti nama menjadi Premier Basko Hotel Padang.
Ketika ditanya apakah yang membuat pak Basko mampu berkembang dan bertahan terus, maka beliau menuliskan rangkaian kalimat berikut, yang sangat menginspirasi saya:
Tidak ada kata menyerah.
Tidak ada kata menyalahkan atas kemiskinannya.
Tidak ada kata kecewa dan keluhan.
Tidak ada kesombongan.
Tidak ada kebencian.
Tidak ada kedurhakaan kepada orang tua.
Tidak ada kata memanjakan anak-anaknya.
Tidak ada kata malas.
Tidak ada kata tidak bisa.
Tidak ada behenti, terus berlari.
Tidak ada kata tidak layak.
Tidak ada kata nyaman.
Tidak ada kata tidak bersyukur.
Kecuali kata terima kasih Ya Allah atas segala-galanya.
H.Basrizal Koto

Tidak ada komentar:

Posting Komentar