KARYA TULIS
Pengertian Karya Ilmiah
“Karangan ilmiah merupakan suatu karangan atau tulisan yang diperoleh sesuai dengan sifat keilmuannya dan didasari oleh hasil pengamatan, peninjauan, penelitian dalam bidang tertentu, disusun menurut metode tertentu dengan sistematika penulisan yang bersantun bahasa dan isisnya dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya/ keilmiahannya.”—Eko Susilo, M. 1995:11
Tujuan dari pembuatan karangan ilmiah, antara lain :
- Memberi penjelasan
- Memberi komentar atau penilaian
- Memberi saran
- Menyampaikan sanggahan
- Membuktikan hipotesa
Karya ilmiah adalah suatu karya dalam bidang ilmu pengetahuan (science) dan teknologi yang berbentuk ilmiah. Suatu karya dapat dikatakan ilmiah apabila proses perwujudannya lewat metode ilmiah. Jonnes (1960) memberikan ketentuan ilmiah, antara lain dengan sifat fakta yang disajikan dan metode penulisannya.
Bila fakta yang disajikan berupa fakta umum yang obyektif dan dapat dibuktikan benar tidaknya serta ditulis secara ilmiah, yaitu menurut prosedur penulisan ilmiah, maka karya tulis tersebut dapat dikategorikan karya ilmiah, sedangkan bilamana fakta yang disajikan berupa dakta pribadi yang subyektif dan tidak dapat dibuktikan benar tidaknya serta tidak ditulis secara ilmiah, karya tulis tersebut termasuk karya tulis non ilmiah.
Bentuk Karya Ilmiah
Dalam karya ilmiah dikenal antara lain berbentuk makalah, report atau laporan ilmiah yang dibukukan, dan buku ilmiah.
1. Karya Ilmiah Berbentuk Makalah
Makalah pada umumnya disusun untuk penulisan didalam publikasi ilmiah, misalnya jurnal ilmu pengetahuan, proceeding untuk seminar bulletin, atau majalah ilmu pengetahuan dan sebagainya. Maka ciri pokok makalah adalah singkat, hanya pokok-pokok saja dan tanpa daftar isi.
2. Karya Ilmiah Berbentuk Report/ Laporan Ilmiah Yang Dibukukan
Karya ilmiah jenis ini biasanya ditulis untuk melaporkan hasil-hasil penelitian, observasi, atau survey yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok orang. Laporan ilmiah yang menjadi persyaratan akademis di perguruan tinggi biasanya disebut Skripsi, yang biasanya dijadikan persyaratan untuk karya ilmiah jenjang S1, Tesis untuk jenjang S2, dan Disertasi untuk jenjang S3.
3. Buku Ilmiah
Buku ilmiah adalah karya ilmiah yang tersusun dan tercetak dalam bentuk buku oleh sebuah penerbit buku umum untuk dijual secara komersial di pasaran. Buku ilmiah dapat berisi pelajaran khusus sampai ilmu pengetahuan umum yang lain.
Ciri-Ciri Karya Ilmiah
1. Struktur Sajian
Struktur sajian karya ilmiah sangat ketat, biasanya terdiri dari bagian awal (pendahuluan), bagian inti (pokok pembahasan), dan bagian penutup. Bagian awal merupakan pengantar ke bagian inti, sedangkan inti merupakan sajian gagasan pokok yang ingin disampaikan yang dapat terdiri dari beberapa bab atau subtopik. Bagian penutup merupakan kesimpulan pokok pembahasan serta rekomendasi penulis tentang tindak lanjut gagasan tersebut.
2. Komponen dan Substansi
Komponen karya ilmiah bervariasi sesuai dengan jenisnya, namun semua karya ilmiah mengandung pendahuluan, bagian inti, penutup, dan daftar pustaka. Artikel ilmiah yang dimuat dalam jurnal mempersyaratkan adanya abstrak.
3. Sikap Penulis
Sikap penulis dalam karya ilmiah adalah objektif, yang disampaikan dengan menggunakan gaya bahasa impersonal, dengan banyak menggunakan bentuk pasif, tanpa menggunakan kata ganti orang pertama atau kedua.
4. Penggunaan Bahasa
Bahasa yang digunakan dalam karya ilmiah adalah bahasa baku yang tercermin dari pilihan kata / istilah, dan kalimat-kalimat yang efektif dengan struktur yang baku.
Macam-Macam Karya Ilmiah
1. Skripsi; adalah karya tulis (ilmiah) mahasiswa untuk melengkapi syarat mendapatkan gelar sarjana (S1). Skripsi ditulis berdasarkan pendapat (teori) orang lain. Pendapat tersebut didukung data dan fakta empiris-obyektif, baik berdasarkan penelitian langsung, observasi lapangan / penelitian di laboratorium, ataupun studi kepustakaan. Skripsi menuntut kecermatan metodologis hingga menggaransi ke arah sumbangan material berupa penemuan baru.
2. Tesis; adalah jenis karya tulis dari hasil studi sistematis atas masalah. Tesis mengandung metode pengumpulan, analisis dan pengolahan data, dan menyajikan kesimpulan serta mengajukan rekomendasi. Orisinalitas tesis harus nampak, yaitu dengan menunjukkan pemikiran yang bebas dan kritis. Penulisannya baku dan tesis dipertahankan dalam sidang. Tesis juga bersifat argumentative dan dihasilkan dari suatu proses penelitian yang memiliki bobot orisinalitas tertentu.
3. Disertasi; adalah karya tulis ilmiah resmi akhir seorang mahasiswa dalam menyelesaikan program S3 ilmu pendidikan. Disertasi merupakan bukti kemampuan yang bersangkutan dalam melakukan penelitian yang berhubungan dengan penemuan baru dalam salah satu disiplin ilmu pendidikan.
Sikap Ilmiah
Dalam penulisan karya ilmiah, terdapat 7 sikap ilmiah yang merupakan sikap yang harus ada. Sikap-sikap ilmiah tersebut adalah sebagai berikut :
1) Sikap ingin tahu
Sikap ingin tahu ini terlihat pada kebiasaan bertanya tentang berbagai hal yang berkaitan dengan bidang kajiannya.
2) Sikap kritis
Sikap kritis ini terlihat pada kebiasaan mencari informasi sebanyak mungkin berkaitan dengan bidang kajiannya untuk dibanding-banding kelebihan -kekurangannya, kecocokan-tidaknya, kebenaran-tidaknya, dan sebagainya.
3) Sikap obyektif
Sikap objektif ini terlihat pada kebiasaan menyatakan apa adanya, tanpa diikuti perasaan pribadi.
4) Sikap ingin menemukan
Selalu memberikan saran-saran untuk eksperimen baru. Kebiasaan menggunakan eksperimen-eksperimen dengan cara yang baik dan konstruktif. Selalu memberikan konsultasi yang baru dari pengamatan yang dilakukannya.
5) Sikap menghargai karya orang lain
Sikap menghargai karya orang lain ini terlihat pada kebiasaan menyebutkan sumber secara jelas sekiranya pernyataan atau pendapat yang disampaikan memang berasal dari pernyataan atau pendapat orang lain.
6) Sikap tekun
Tidak bosan mengadakan penyelidikan, bersedia mengulangi eksperimen yang hasilnya meragukan, tidak akan berhenti melakukan kegiatan-kegiatan apabila belum selesai. Terhadap hal-hal yang ingin diketahuinya ia berusaha bekerja dengan teliti.
7) Sikap terbuka
Sikap terbuka ini terlihat pada kebiasaan mau mendengarkan pendapat, argumentasi, kritik, dan keterangan orang lain, walaupun pada akhirnya pendapat, argumentasi, kritik, dan keterangan orang lain tersebut tidak diterima karena tidak sepaham atau tidak sesuai.
CONTOH KARTA TULIS DI BANDUNG :
MENJELAJAHI
KEBUN BINATANG BANDUNG
KARYA
TULIS
Diajukan untuk memenuhi
tugas guna memenuhi persyaratan menempuh Ujian Akhir Sekolah & Ujian
Nasional ( UAS&UANAS )
Sekolah Menengah Pertama
SMP N 1 KedungBanteng
Tahun Pelajaran 2015/2016
Disusun Oleh
Kelompok 1
Kelas 8A
Anisa Ariyanti (03)
Faradila Agusti (07)
Eka Apriani (05)
Abdilah Awal.A (01)
Ade Ramdhani (02)
SEKOLAH MENENGAH
PERTAMA
SMP N 1 KEDUNGBANTENG
TAHUN 2015/2016
HALAMAN PENGESAHAN
Karya Tulis
ini telah disetujui dan disyahkan oleh guru pembimbing SMP N 1 Kedungbanteng
sebagai syarat untuk mengikuti Ujian Akhir Sekolah & Ujian Nasional ( UAS&UANAS)
di SMP N 1KedungBanteng Tahun Pelajaran 2015/2016 pada :
Hari /
tanggal :
Waktu :
Tempat : SMP
N 1 KedungBanteng
Mengetahui Kepala
Sekolah Guru Pembimbing
________________
i i
KATA PENGANTAR
Assalamu
alaikum Wr, Wb.
Dengan
mengucap syukur kehadlirat Allah SWT yang telah melimpahkan
Rahmat dan
Hidayah NYA kepada kita semua khususnya kepada penulis sehingga penulis dapat
menyelesaikan Karya tulis ini guna untuk memenuhi syarat mengikuti Ujian Akhir
Sekolah & Ujian Nasional ( UAS&UANAS ) di SMP N 1 KEDUNGBANTENG Tahun
Pelajaran 2015/2016
Dengan
terselesaikannya Karya Tulis ini penulis tidak lupa mengucapkan banyak terima
kasih kepada :
1. Bapak
Amir Dahlan ,SP.D selaku kepala Sekolah SMP N 1 KedungBanteng .
2. Ibu
Pratidina Elis T,Y,S.PD selaku Guru pembimbing yang telah memberikan
bimbingan
dan pengarahan dalam pembuatan karya tulis ini.
3. Bapak
/Ibu guru beserta staf karyawan SMP N 1 KedungBanteng .
4. Teman –
teman serta saudara – saudara semuanya yang telah banyak mendukung
dalam
tersusunnya karua tulis ini.
5. Ayahanda
dan Ibunda yang telah membantu dalam bentuk moril maupun materiil
Penulis
menyadari bahwa karya tulis ini masih banyak kekurangan dan kesalahan , baik
dalam penulisan maupun penyajiannya. Oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun akan
sangat membantu sekali mudah –mudahan apa yang penyusun tulis dalam karya tulis
ini dapat bermanfaat bagi seluruh pembaca.
Wassalamu
alaikum Wr, Wb.
KedungBanteng, Januari 2014/2015
Penulis
V
MOTTO
> Belajarlah, sungguh ilmu itu merupakan
perhiasan bagi yang mempunyai serta tanda keunggulan bagi setiap orang yang
terpuji.
> Jadilah engkau seperti mawar yang
berduri, bukan untuk menyakiti tapi untuk menjaga diri, janganlan kau seperti lilin yang mau menerangi
sekitarnya namun terbakar dirinya.
> Kesuksesan belajar itu bukan karena
kecerdasan, akan tetapi karena kemauan dan kesungguhan.
> Railah
prestasi dengan cara berusaha dan berdoa.
> Majulah
terus jangan piker istilah mundur.
> Bukalah
matamu lihatlah dunia.
>
Persahabatan sangat mahal harganya.
> Buku
adalah gudang ilmu.
>
Cita-cita adalah bertanda hidup,tetapi orang tidak bisa hidup dengan cita-cita.
> Jangan
kau siasiaka masa mudamu berlajarlah dengan tekun.
>
Hormatilah orang yang lebih tua jikalau perkataan itu benar.
> Tiada
waktu tanpa belajar.
>
Tuntutlah Ilmu setinggi langit selagi kau muda.
iv
PERSEMBAHAN
Karya tulis ini dipersembahkan
kepada :
Ayah dan Ibu tercinta serta kakak yang telah memberikan
motivasi serta dukungan yang bersifat mendidik kepada penulis.
Bapak Drs.Amir Dahlan selaku Kepala Sekolah SMP N 1
KedungBanteng.
Bapak Drs.Teguh Pryosetiono selaku pembimbing yang
telah memberikan bimbingan dalam pembuatan karya tulis ini.
Bapak dan Ibu guru beserta staf karyawan SMP N
1KedungBanteng.
Teman – teman SMP N 1 KedungBanteng.
Adik dan kakak kelas SMP N 1 KedungBanteng.
serta para pembaca karya tulis yang budiman.
Halaman
HALAMAN JUDUL ………………………………….......................……………....…………
i
HALAMAN PENGESAHAN ...…………………………………………………..............…… ii
HALAMAN
PERSEMBAHAN ……..…………………………………….......……....………. iii
HALAMAN
MOTTO …..……………………………………...................………....……….. iv
KATA PENGANTAR ……..……………………………....................…………...….………..
v
DAFTAR ISI ……..………………………………..............................………….....………...
vi
BAB I .
PENDAHULUAN
A Alasan
Pemilihan Judul......................................................................1
B.
Tujuan
Penulisan................................................................................1
C. Ruang Lingkup....................................................................................2
D. Metode Penulisan..............................................................................2
E.
Sistematika
Penulisan........................................................................3
BAB II .
LOKASI DAN TUJUAN
A. Lokasi..................................................................................................4
B. Tujuan.................................................................................................4
BAB III .
SEJARAH , MANFAAT , VISI DAN MISI
A. Sejarah................................................................................................5
B. Manfaat...............................................................................................6
C. Visi dan Misi........................................................................................7
BAB IV .
FUNGSI KEBUN BINATANG BANDUNG BAGI MASYARAKAT
A. Fungsi Kebun Binatang......................................................................8
B. Fungsi Kebudayaan............................................................................8
C. Fungsi Pendidikan dan Iptek..............................................................8
D.
Fungsi
Perlindungan dan Pelestarian Kekayaan Alam......................8
E.
Fungsi
Rekreasi..................................................................................8
BAB V . CIRI
– CIRI BINATANG DI KEBUN BINATANG BANDUNG
A. Ciri – ciri Mamalia.............................................................................9
B. Ciri – ciri Aves....................................................................................9
C. Ciri – ciri Reptile................................................................................9
BAB VI .
DAFTAR NAMA SATWA KEBUN BINATANG BANDUNG
A. Kelas Mamalia.................................................................................10
B. Kelas
Aves........................................................................................10
C. Kelas
Reptilia...................................................................................10
BAB VII .
PENUTUP
A. Kesimpulan.....................................................................................11
B. Saran –
saran..................................................................................11
DAFTAR
PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
Sesuai
dengan persyaratan yang telah ditetapkan di SMP N 1 Kedungbanteng bahwa dalam
memenuhi persyaratan mengikuti Ujian Akhir Sekolah & Ujian Nasional.
( UAS &
UANAS ) maka setiap siswa diwajibkan untuk membuat laporan perjalanan atau
karya tulis . Adapun yang akan penulis bahas mengenai : ” MENJELAJAHI KEBUN
BINATANG BANDUNG ”
A. ALASAN PEMILIHAN JUDUL
Dalam
menyusun karya tulis ini , penulis mengangkat judul ” MENJELAJAHI KEBUN
BINATANG BANDUNG"
dengan
alasan sebagai berikut :
1.Sesuai
dengan obyek yang di tuju dalam pembuatan karya tulis.
2.Untuk
mengenal lebih jauh tentang obyek wisata yang ada di Indonesia ,
Khususnya
kebun binatang bandung.
3. Menarik
minat Pembaca untuk mengunjungi obyek wisata Kebun binatang bandung.
4. Dengan
membaca karya tulis ini bisa menambah pengetahuan tentang jenis hewan.
B. TUJUAN PENULISAN
1. Sebagai
syarat yang harus dipenuhi oleh siswa – siswi guna mengikuti Ujian
Akhir
Sekolah & Ujian Nasional ( UAS & UANAS )
2. Untuk
menambah pengetahuan dan wawasan bagi diri sendiri juga para pembaca
tentang
kebun binatang Bandung.
3. Untuk
melatih dan mengembangkan bakat serta kemampuan penulisan dalam
menyusun
laporan perjalanan ataupun karya tulis secara sistematis.
4.Ingin
mengetahui sejarah obyek wisata tersebut.
5.Ingin
mengetahui daftar nama satwa.
1
C.RUANG LINGKUP
Isi karya
tulis ini meliputi :
1.Lokasi dan
Tujuan dari Kebun Binatang Bandung.
2.Sejarah
Kebun Binatang Bandung.
3.Fungsi
Kebun Binatang Bandung.
4.Ciri-ciri
Binatang di Kebun Binatang Bandung.
5.Daftar
Nama Satwa di Kebun Binatang Bandung.
D. METODE PENULISAN
Dalam
penyusunan karya tulis ini Penulis memilih menggunakan metode –
metode
sebagai berikut :
1. Metode Dokumentasi
Metode
dokumentasi yaitu metode untuk menyusun atau mengolah data yang di peroleh dari
data-data berupa buku panduan.
2. Metode
Karya Wisata
Teknik
pengumpulan data dengan cara membaca dan mencatat dari buku – buku
yang
berhubungan langsung dengan Kebun Binatang Bandung.
3.Metode
Pengamatan
Penyusun
langsung mengamati objek.
4.Metode
Interview
Penyusun
mengadakan daftar pertanyaan kepada yang bersangjutan dan mengadakan tanya
jawab dengan narasumber.
5.Metode
Membaca Buku
Penyusun
menggunakan buku yang berhubungan dengan sejarah kebun binatang bandung.
Maka dengan
metode-metode di atas ,terselesaikan lah sudah tugas penyusun menyusun karya
tulis ini.
2
E.SISTEMATIKA PENULISAN
Karya tulis
ini terdiri dari 7 (tujuh) bab yaitu :
BAB I : Pendahuluan
BAB II : Lokasi dan
Tujuan
BAB III : Sejarah ,Manfaat ,Visi dan Misi
BAB IV :
Fungsi Kebun Binatang Bagi Masyarakat
BAB V : Ciri-ciri Binatang
BAB VI :
Daftar Nama Satwa Kebun Binatang Bandung
BAB VII: Penutup
3
BAB II
LOKASI DAN TUJUAN
A.Lokasi
Kebun Binatang Bandung
Anda tidak
akan kesulitan untuk menemukan lokasi kebun binatang Bandung. Hal itu
dikarenakan lokasi kebun binatang Bandung letaknya berdampingan dengan kampus
Institut Teknologi Bandung atau ITB dan juga sungai Cikapundung. Tepatnya di
jalan Kebun Binatang nomor 6 Tamansari Kota Bandung. Kebun binatang Bandung
mempunyai luas lahan sekitar 13,5 hektare. Bentuk topografinya yang
bergelombang menjadikan tempat ini menjadi unik dan tidak membosankan saat kita
berkeliling. Dari luasnya yang sekitar 13,5 ha itu, dibuat beberapa wahana
dengan penggunaan sekitar 18,25% untuk areal kandang-kandang hewan, sekitar 55,20%
untuk area pertamanan dan lesehan, 4,7% digunakan untuk taman ria dan juga
kolam perahu, dan sekitar 2,4% untuk tempat pengolahan sampah. Sisanya digunakan
untuk berbagai bangunan seperti kantor, masjid, museum, teater, aquarium, dan
jalan.
B.Tujuan
Tujuan kebun
binatang Bandung sebagai konvervasi ex-situ ,kebun binatang bandung bertujuan
untuk menjadi salah satu benteng terakhir bagi pelestarian satwa berkewajiban
mengembangbiakan usaha introduksi jenis-jenis satwa hasil pengembangbiakan
kembali kedalam insitu
4
BAB III
SEJARAH ,MANFAAT ,VISI
dan MISI
A.Sejarah Kebun Binatang Bandung
Pada tanggal
27 Februari 1957 atas usaha R. Ema Bratakoesoema didirikan Yayasan Margasatwa
Tamansari Bandung / Bandung Zoological Garden. Sejarahnya berawal dari taman
hewan bernama Bandoengsche Zoologisch Park (BZP), yang didirikan pada tahun 1933
oleh Hoogland dan kawan-kawan. Mereka adalah perkumpulan orang-orang pecinta satwa,
yang terdiri dari orang-orang Belanda dan pribumi, seorang diantaranya adalah
R. Ema Bratakoesoema. Bandoengsche Zoologisch Park mendapat pengesahan Gubernur
Jenderal Hindia Belanda pada tanggal 12 April 1933 Nomor 32, dan perkumpulan
orang-orang tersebut sebagai pemiliknya. Pada bulan maret 1946, keluar
keputusan pemerintah RI di Jakarta yang memerintahkan pasukan-pasukan pejuang
bersenjata mengosongkan kota Bandung. Diawali dengan gerakan Bandung Lautan Api,
pada tanggal 24 Maret 1946 malam, pasukan-pasukan pejuang bersenjata mundur
keluar kota Bandung sejauh radius 11 Km. Pasukan Laskar Rakyat mundur ke arah
selatan ke seberang sungai Citarum. Sejak itu seluruh kota Bandung dikuasai
oleh Belanda. Akibatnya Bandoengsche Zoologisch Park menjadi semakin tidak menentu
dan kebun binatangnya semakin tidak terurus. Ketika Belanda meluncurkan Agresi
Militer ke II, R. Ema Bratakoesoema sudah berada di kota Bandung dan menjadi
Wethouder di Pemerintah Daerah Kota Bandung dan menyempatkan mengadakan upaya
penyelamatan satwa penghuni Bandoengsche ZoologischPark yang tersisa. Hal itu
dilakukan terdorong oleh rasa kasihan terhadap satwa-satwa penghuni
Bandoengsche Zoologisch Park, yang menurut perhitungannya sudah sangat terlantar.
Pada pertengahan tahun 1956, Hoogland dan beberapa temannya dari Belanda kembali
ke Bandung. Mereka mendapati keadaan Bandoengsche Zoologisch Park tidak terawat,
lahan taman hewan (istilah yang dipakai waktu itu untuk kebun binatang) tampak seperti
hutan karena ditumbuhi oleh tumbuhan liar, kandang-kandangnya rusak, dan satwa hidup
yang terselamatkan oleh R. Ema Bratakoesoema tinggal sedikit. Melihat keadaan
tersebut, Hoogland yang sejak awal mendominasi kepemilikan Bandoengsche
Zoologisch Park berunding dengan R. Ema Bratakoesoema untuk membicarakan nasib
dan masa depan Bandoengsche Zoologisch Park. Dalam perundingan tersebut
disepakati tiga hal, yaitu:
(1)
Membubarkan taman hewan Bandoengsche Zoologisch Park;
(2)
Melikuidasi sisa kekayaannya; dan
(3)
Mendirikan badan hukum baru untuk melangsungkan usahanya.
5
Berdasarkan
kesepakatan tersebut diatas, pada tanggal 22 Februari 1957, R. Ema
Bratakoesoema
mendirikan Yayasan Margasatwa Tamansari atau Bandung Zoological
Garden.
Yayasan ini menerima hibah sisa kekayaan Bandoengsche Zoologisch Park berupa
hak pakai
tanah seluas 16 hektar beserta isinya. Sebagai tanda penghargaan kepada W. H.
Hoogland, R.
Ema Bratakoesoema menunjuk Hoogland sebagai ketua yayasan serta
memasukkan
pula beberapa orang Belanda yang pernah menjadi pengurus Bandoengsche
Zoologisch
Park.
R. Ema
Bratakoesoema tidak mempunyai cukup dana untuk membangun kembali
Kebun
Binatang Bandung yang keadaannya sudah porak poranda. Sementara keadaan
ekonomi dan
perbankan nasional waktu itu juga belum berkembang. Padahal disadari betul
bahwa untuk
membangun kembali kandang-kandang dan menambah satwa-satwa koleksi
memerlukan
dana yang tidak sedikit. Disamping itu, sudah barang tentu diperlukan pula
tenaga-tenaga
karyawan yang kecakapannya sesuai. Sedangkan pada waktu itu, pengangkatan
karyawan
tidak didasarkan pada keahlian atau kemampuan pengurusan satwa, melainkan
didasarkan
pada kesediaan dan kesanggupan merawat satwa, antara lain membangun
kandang-kandang,
dan membersihkan lahan kebun binatang yang seperti hutan liar. Namun,
dengan
memeras tenaga dan pengorbanan harta benda miliknya, didorong oleh cita-cita
mencapai
hasil setinggi-tingginya, taman hewan yang porak poranda itu dapat dibangun dan
dikembangkan
kembali hingga kemudian menjadi Kebun Binatang Bandung yang sekarang
ini.
B. Manfaat Kebun Binatang
1. Sebagai
tempat penelitian dalam rangka pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
2. Sarana
pendidikan masyarakat
3. Sarana
rekreasi pendidikan yang sehat
6
C.FISI DAN MISI
VISI
1) Mewujudkan
terpeliharanya kelestarian keanekaragaman jenis satwa dan tumbuhan dari
kepunahan;
2)
Mewujudkan terpeliharanya kemurnian genetik jenis satwa dan tumbuhan; dan
3)
Mewujudkan terpeliharanya keseimbangan ekosistem yang ada.
MISI
1)
Melaksanakan upaya pengelolaan satwa liar sesuai dengan kaidah-kaidah
konservasi dan
teknologi
yang benar;
2)
Mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi bidang kedokteran, biologi,
lingkungan
dan disiplin
ilmu terkait dalam mensejahterakan dan mengembangbiakan satwa liar, terutama
satwa langka
dan terancam punah;
3)
Melaksanakan prosedur rehabilitasi dan pelatihan satwa liar dalam upaya
pelepasan
kembali ke
habitatnya (in-situ);
4)
Melaksanakan peragaan satwa koleksi dengan benar dan beretika dengan tujuan
pendidikan dan
penyuluhan tentang konservasi serta menyediakan sarana rekreasi edukatif
yang sehat
untuk masyarakat; dan
5) Melakukan
kerjasama dengan lembaga-lembaga konservasi, baik dalam skala lokal maupun
nasional, baik regional maupun internasional dalam bentuk alih ilmu pengetahuan
dan
teknologi, tukar menukar satwa, serta bantuan-bantuan teknis dan finansial
7
BAB IV
FUNGSI KEBUN BINATANG
BAGI MASYARAKAT
A.Fungsi
Sebagai
tempat konservasi ex-situ yang melakukan perawatan, pemeliharaan dan pengembangbiakkan
berbagai jenis satwa liar darat, udara dan air.
B.Fungsi kebudayaan
Kebun Binatang Bandung sebagai tempat rekreasi
yang
didalamnya
terdapat wahana pergelaran seni budaya, tentunya mempunyai fungsi
kebudayaan,
yaitu dapat menanamkan kesadaran dan rasa cinta tanah air melalui
pengamatan
dan pemahaman kekayaan budaya, serta pengamatan dan pemahaman
kekayaan
flora dan fauna.
C.Fungsi Pendidikan dan Iptek
Kebun
Binatang Bandung merupakan sebuah wahana yang dapat dimanfaatkan oleh kalangan
edukatif untuk menambah pengetahuan dan untuk menghasilkan butir-butir
pengetahuan baru yang bermanfaat dan berguna bagi kehidupan masyarakat. Kebun
Binatang Bandung ini juga dapat dimanfaatkan sebagai obyek riset atau
penelitian di berbagai keilmuan.
D.Fungsi perlindungan dan pelestarian
kekayaan alam
Kebun
Binatang Bandung sebagai tempat dimana wahana flora dan fauna dikembangkan dan
dilestarikan, berkomitmen untuk menjaga dan melestarikan berbagai satwa flora
dan fauna dengan tujuan menjaga kekayaan alam.
E.Fungsi rekreasi
Kebun binatang bandung tentunya mempunyai
fungsi sebaga tempat rekreasi bagi
masyarakat.
8
BAB VI
CIRI-CIRI BINATANG DI
KEBUN BINATANG BANDUNG
A.Ciri-ciri Mamalia
Ciri-ciri
mamalia adalah hewan yang menyusui dan mempunyai kelenjar susu.
Ciri-ciri
mamalia :
1.mempunyai
puting susu.
2.Tubuhnya
dilapisi kulit dengan rambut yang tipis dan pendek.
3.dilengkapi
kelenjar keringat.
4.Bernafas
menggunakan paru-paru.
5.Berkembang
biak dengan cara beranak.
B.Ciri-ciri Aves
Ciri-ciri
aves yaitu tubuhnya di tutupi bulu-bulu.
Ciri-ciri
aves :
1.Tubuh
ditutupi bulu-bulu.
2.sebagian
kecil anggotanya tidak terbang.
3.Memililki
sepasang kaki dan sayap.
4.Berproduksi
dengan cara bertelur ,setelah keluar dierami.
C.Ciri-ciri Reptilia
Ciri-ciri
Reptilia adalah tubuhnya tertutup oleh sisik-sisik.
Ciri-ciri
reptilia :
1.Tubuh
ditutupi sisik-sisik.
2.Jika
bergerak dengan cara melata.
3.Berproduksi
melalui telur yang dibuahi secara internal.
4.Di
inkubasi di dalam seresah dan di dalam tanah.
5.Hidupnya
di darat ,air ,dan di atas pohon.
9
BAB VI
DAFTAR NAMA SATWA KEBUN
BINATANG BANDUNG
A.Kelas mamalia
1.Anoa
2.Babi Hutan
3.Gajah
Sumatera
4.Harimau
Sumatera
5.Kijang
6.Rusa Jawa
7.Unta punuk
satu
B.Kelas Aves
1.Burung beo
2.Burung
kasuari gelambir dua
3.Burung
elang
4.Burung
hantu
5.Burung
gagak
C.Kelas Reptilia
1.Buaya
Muara
2.Buaya air
tawar
3.Kura-kura
4.Ular sanca
10
BAB VII
PENUTUP
A.Kesimpulan
Berdasarkan
uraian dari bab 1 sampai bab VII dapat kita simpulkan sebagai berikut :
1.Kebun
binatang Bandung yang letaknya berdampingan dengan kampus Institut Teknologi
Bandung atau ITB dan juga sungai Cikapundung. Tepatnya di jalan Kebun Binatang
nomor 6 Tamansari Kota Bandung.
2.Kebun
binatang Bandung adalah tempat bermain dan mengenal lebih banyak binatang-
binatang.Tempat dimana wahana flora dan fauna dikembangkan dan dilestarikan,
berkomitmen untuk menjaga dan melestarikan berbagai satwa flora dan fauna
dengan tujuan menjaga kekayaan alam. Sebagai tempat konservasi ex-situ yang
melakukan perawatan, pemeliharaan dan pengembangbiakkan berbagai jenis satwa
liar darat, udara dan air.
3.Kebun
binatang mempunyai tujuan untuk mengadakan sarana rekreasi alam yang sehat
untuk mendidik dan mengembangkan budaya masyarakat dalam memelihara
keseimbangan kelestarian lingkungan.
4.Kebun
binatang bnadung mempunyai fungsi sebagai sarana perlindungan atau pelestarian
alam ,penelitian pendidikan ,tempat rekreasi dan apreasi terhadap alam.
B.Saran-saran
1.Saran-saran
untuk petugas
Kebersihan
harus dijaga supaya kesan yang kurang baik dan pengunjung dapat menikmati
keindahan alam ,keanekaragaman satwa-satwa dengan nyaman tanpa was-was akan ada
gangguan kesehatan.Keamanan perlu di tingkatkan.Keramah tamahan petugas perlu
diutamakan agar setelah berkunjung mempunyai kesan yang baik.
2.Kepada
pihak pengelola kebun binatang Bandung agar tetapmemelihara kelestarian marga
satwa yang telah ada jangansampai diambil oleh orang – orang yang tidak
bertanggung jawab.
3.Kepada
pengunjung agar tetap menjaga keutuhan marga satwayang kita
miliki karena itu adalah kekayaan bangsa yang perlukita lestarikan bersama –
sama.pengunjung dapat menjaga kebersihan disekitar lokasi.Jangan mencoret-coret
dinding dan mematuhi aturan di kebun binatang Bandung.
11
DAFTAR PUSTAKA
Cahyo
Purnomo,Endri dkk,1996. “Menjelajah Kebun Binatang Gembira Loka”.Kedungbanteng
:Karya tulis.Kelas 9C
Heri
Kristiawan,Oktavia dkk,1997. “Mengenal Kebun Binatang Gembira Loka”.Kedungbanteng
:Karya tulis.Kelas 9A
Majalah Bobo
Nomor 42, Februari 2003.Jakarta :PT Penerbitan Sarana Bobo.
Noto
Susanto,Nugroho.2004 “Sejarah Kebun Binatang Bandung”.Depdikbud
:Jakarta.Prenada Media group.
Brosur,Maret
2009. : ”Wisata Kebun Binatang Bandung”.Bandung :akademia.
i i i
Tidak ada komentar:
Posting Komentar