Selasa, 28 April 2015

Pengertian,Bentuk,Ciri-ciri,Macam macam karya tulis Dan Contoh Karya tulis Di BANDUNG

KARYA TULIS
Pengertian Karya Ilmiah
“Karangan ilmiah merupakan suatu karangan atau tulisan yang diperoleh sesuai dengan sifat keilmuannya dan didasari oleh hasil pengamatan, peninjauan, penelitian dalam bidang tertentu, disusun menurut metode tertentu dengan sistematika penulisan yang bersantun bahasa dan isisnya dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya/ keilmiahannya.”—Eko Susilo, M. 1995:11
Tujuan dari pembuatan karangan ilmiah, antara lain :
  • Memberi penjelasan
  • Memberi komentar atau penilaian
  • Memberi saran
  • Menyampaikan sanggahan
  • Membuktikan hipotesa
Karya ilmiah adalah suatu karya dalam bidang ilmu pengetahuan (science) dan teknologi yang berbentuk ilmiah. Suatu karya dapat dikatakan ilmiah apabila proses perwujudannya lewat metode ilmiah. Jonnes (1960) memberikan ketentuan ilmiah, antara lain dengan sifat fakta yang disajikan dan metode penulisannya.
Bila fakta yang disajikan berupa fakta umum yang obyektif dan dapat dibuktikan benar tidaknya serta ditulis secara ilmiah, yaitu menurut prosedur penulisan ilmiah, maka karya tulis tersebut dapat dikategorikan karya ilmiah, sedangkan bilamana fakta yang disajikan berupa dakta pribadi yang subyektif dan tidak dapat dibuktikan benar tidaknya serta tidak ditulis secara ilmiah, karya tulis tersebut termasuk karya tulis non ilmiah.
Bentuk Karya Ilmiah
Dalam karya ilmiah dikenal antara lain berbentuk makalah, report atau laporan ilmiah yang dibukukan, dan buku ilmiah.
1. Karya Ilmiah Berbentuk Makalah
Makalah pada umumnya disusun untuk penulisan didalam publikasi ilmiah, misalnya jurnal ilmu pengetahuan, proceeding untuk seminar bulletin, atau majalah ilmu pengetahuan dan sebagainya. Maka ciri pokok makalah adalah singkat, hanya pokok-pokok saja dan tanpa daftar isi.
2. Karya Ilmiah Berbentuk Report/ Laporan Ilmiah Yang Dibukukan
Karya ilmiah jenis ini biasanya ditulis untuk melaporkan hasil-hasil penelitian, observasi, atau survey yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok orang. Laporan ilmiah yang menjadi persyaratan akademis di perguruan tinggi biasanya disebut Skripsi, yang biasanya dijadikan persyaratan untuk karya ilmiah jenjang S1, Tesis untuk jenjang S2, dan Disertasi untuk jenjang S3.
3. Buku Ilmiah
Buku ilmiah adalah karya ilmiah yang tersusun dan tercetak dalam bentuk buku oleh sebuah penerbit buku umum untuk dijual secara komersial di pasaran. Buku ilmiah dapat berisi pelajaran khusus sampai ilmu pengetahuan umum yang lain.
Ciri-Ciri Karya Ilmiah
1. Struktur Sajian
Struktur sajian karya ilmiah sangat ketat, biasanya terdiri dari bagian awal (pendahuluan), bagian inti (pokok pembahasan), dan bagian penutup. Bagian awal merupakan pengantar ke bagian inti, sedangkan inti merupakan sajian gagasan pokok yang ingin disampaikan yang dapat terdiri dari beberapa bab atau subtopik. Bagian penutup merupakan kesimpulan pokok pembahasan serta rekomendasi penulis tentang tindak lanjut gagasan tersebut.
2. Komponen dan Substansi
Komponen karya ilmiah bervariasi sesuai dengan jenisnya, namun semua karya ilmiah mengandung pendahuluan, bagian inti, penutup, dan daftar pustaka. Artikel ilmiah yang dimuat dalam jurnal mempersyaratkan adanya abstrak.
3. Sikap Penulis
Sikap penulis dalam karya ilmiah adalah objektif, yang disampaikan dengan menggunakan gaya bahasa impersonal, dengan banyak menggunakan bentuk pasif, tanpa menggunakan kata ganti orang pertama atau kedua.
4. Penggunaan Bahasa
Bahasa yang digunakan dalam karya ilmiah adalah bahasa baku yang tercermin dari pilihan kata / istilah, dan kalimat-kalimat yang efektif dengan struktur yang baku.
Macam-Macam Karya Ilmiah
1. Skripsi; adalah karya tulis (ilmiah) mahasiswa untuk melengkapi syarat mendapatkan gelar sarjana (S1). Skripsi ditulis berdasarkan pendapat (teori) orang lain. Pendapat tersebut didukung data dan fakta empiris-obyektif, baik berdasarkan penelitian langsung, observasi lapangan / penelitian di laboratorium, ataupun studi kepustakaan. Skripsi menuntut kecermatan metodologis hingga menggaransi ke arah sumbangan material berupa penemuan baru.
2. Tesis; adalah jenis karya tulis dari hasil studi sistematis atas masalah. Tesis mengandung metode pengumpulan, analisis dan pengolahan data, dan menyajikan kesimpulan serta mengajukan rekomendasi. Orisinalitas tesis harus nampak, yaitu dengan menunjukkan pemikiran yang bebas dan kritis. Penulisannya baku dan tesis dipertahankan dalam sidang. Tesis juga bersifat argumentative dan dihasilkan dari suatu proses penelitian yang memiliki bobot orisinalitas tertentu.
3. Disertasi; adalah karya tulis ilmiah resmi akhir seorang mahasiswa dalam menyelesaikan program S3 ilmu pendidikan. Disertasi merupakan bukti kemampuan yang bersangkutan dalam melakukan penelitian yang berhubungan dengan penemuan baru dalam salah satu disiplin ilmu pendidikan.
Sikap Ilmiah
Dalam penulisan karya ilmiah, terdapat 7 sikap ilmiah yang merupakan sikap yang harus ada. Sikap-sikap ilmiah tersebut adalah sebagai berikut :
1)    Sikap ingin tahu
Sikap ingin tahu ini terlihat pada kebiasaan bertanya tentang berbagai hal yang berkaitan dengan bidang kajiannya.
2)    Sikap kritis
Sikap kritis ini terlihat pada kebiasaan mencari informasi sebanyak mungkin berkaitan dengan bidang kajiannya untuk dibanding-banding kelebihan -kekurangannya, kecocokan-tidaknya, kebenaran-tidaknya, dan sebagainya.
3)    Sikap obyektif
Sikap objektif ini terlihat pada kebiasaan menyatakan apa adanya, tanpa diikuti perasaan pribadi.
4)    Sikap ingin menemukan
Selalu memberikan saran-saran untuk eksperimen baru. Kebiasaan menggunakan eksperimen-eksperimen dengan cara yang baik dan konstruktif. Selalu memberikan konsultasi yang baru dari pengamatan yang dilakukannya.
5)    Sikap menghargai karya orang lain
Sikap menghargai karya orang lain ini terlihat pada kebiasaan menyebutkan sumber secara jelas sekiranya pernyataan atau pendapat yang disampaikan memang berasal dari pernyataan atau pendapat orang lain.
6)    Sikap tekun
Tidak bosan mengadakan penyelidikan, bersedia mengulangi eksperimen yang hasilnya meragukan, tidak akan berhenti melakukan kegiatan-kegiatan apabila belum selesai. Terhadap hal-hal yang ingin diketahuinya ia berusaha bekerja dengan teliti.
7)    Sikap terbuka
Sikap terbuka ini terlihat pada kebiasaan mau mendengarkan pendapat, argumentasi, kritik, dan keterangan orang lain, walaupun pada akhirnya pendapat, argumentasi, kritik, dan keterangan orang lain tersebut tidak diterima karena tidak sepaham atau tidak sesuai.

CONTOH KARTA TULIS DI BANDUNG :






MENJELAJAHI
 KEBUN BINATANG BANDUNG

KARYA TULIS
Diajukan untuk memenuhi tugas guna memenuhi persyaratan menempuh Ujian Akhir Sekolah & Ujian Nasional ( UAS&UANAS )
Sekolah Menengah Pertama
SMP N 1 KedungBanteng
Tahun Pelajaran 2015/2016

Disusun Oleh
Kelompok 1
Kelas 8A


Anisa  Ariyanti         (03)
Faradila Agusti        (07)
Eka Apriani              (05)
Abdilah Awal.A       (01)
Ade Ramdhani        (02)



SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
SMP N 1 KEDUNGBANTENG
TAHUN 2015/2016





HALAMAN PENGESAHAN

Karya Tulis ini telah disetujui dan disyahkan oleh guru pembimbing SMP N 1 Kedungbanteng sebagai syarat untuk mengikuti Ujian Akhir Sekolah & Ujian Nasional ( UAS&UANAS) di SMP N 1KedungBanteng Tahun Pelajaran 2015/2016 pada :


Hari / tanggal :
Waktu :
Tempat : SMP N 1 KedungBanteng







                       Mengetahui Kepala Sekolah                                       Guru Pembimbing


                    
                           ________________  





i i




KATA PENGANTAR
Assalamu alaikum Wr, Wb.
Dengan mengucap syukur kehadlirat Allah SWT yang telah melimpahkan
Rahmat dan Hidayah NYA kepada kita semua khususnya kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan Karya tulis ini guna untuk memenuhi syarat mengikuti Ujian Akhir Sekolah & Ujian Nasional ( UAS&UANAS ) di SMP N 1 KEDUNGBANTENG Tahun Pelajaran 2015/2016
Dengan terselesaikannya Karya Tulis ini penulis tidak lupa mengucapkan banyak terima kasih kepada :
1. Bapak Amir Dahlan ,SP.D selaku kepala Sekolah SMP N 1 KedungBanteng .
2. Ibu Pratidina Elis T,Y,S.PD selaku Guru pembimbing yang telah memberikan
bimbingan dan pengarahan dalam pembuatan karya tulis ini.
3. Bapak /Ibu guru beserta staf karyawan SMP N 1 KedungBanteng .
4. Teman – teman serta saudara – saudara semuanya yang telah banyak mendukung
dalam tersusunnya karua tulis ini.
5. Ayahanda dan Ibunda yang telah membantu dalam bentuk moril maupun materiil
Penulis menyadari bahwa karya tulis ini masih banyak kekurangan dan kesalahan , baik dalam penulisan maupun penyajiannya. Oleh karena itu penulis mengharapkan  kritik dan saran yang sifatnya membangun akan sangat membantu sekali mudah –mudahan apa yang penyusun tulis dalam karya tulis ini dapat bermanfaat bagi seluruh pembaca.
Wassalamu alaikum Wr, Wb.
                                                                     

 KedungBanteng,           Januari 2014/2015
                                                                        Penulis






V



MOTTO

>  Belajarlah, sungguh ilmu itu merupakan perhiasan bagi yang mempunyai serta tanda keunggulan bagi setiap orang yang terpuji.
 > Jadilah engkau seperti mawar yang berduri, bukan untuk menyakiti tapi untuk menjaga diri, janganlan  kau seperti lilin yang mau menerangi sekitarnya namun terbakar dirinya.
 > Kesuksesan belajar itu bukan karena kecerdasan, akan tetapi karena kemauan dan kesungguhan.
> Railah prestasi dengan cara berusaha dan berdoa.
> Majulah terus jangan piker istilah mundur.
> Bukalah matamu lihatlah dunia.
> Persahabatan sangat mahal harganya.
> Buku adalah gudang ilmu.
> Cita-cita adalah bertanda hidup,tetapi orang tidak bisa hidup dengan cita-cita.
> Jangan kau siasiaka masa mudamu berlajarlah dengan tekun.
> Hormatilah orang yang lebih tua jikalau perkataan itu benar.
> Tiada waktu tanpa belajar.
> Tuntutlah Ilmu setinggi langit selagi kau muda.












iv



PERSEMBAHAN
Karya tulis ini dipersembahkan
kepada :

 Ayah dan Ibu tercinta serta kakak yang telah memberikan motivasi serta dukungan yang bersifat mendidik kepada penulis.
 Bapak Drs.Amir Dahlan selaku Kepala Sekolah SMP N 1 KedungBanteng.
 Bapak Drs.Teguh Pryosetiono selaku pembimbing yang telah memberikan bimbingan dalam pembuatan karya tulis ini.
 Bapak dan Ibu guru beserta staf karyawan SMP N 1KedungBanteng.
 Teman – teman SMP N 1 KedungBanteng.
 Adik dan kakak kelas SMP N 1 KedungBanteng.
 serta para pembaca karya tulis yang budiman.





 DAFTAR ISI

Halaman
HALAMAN JUDUL ………………………………….......................……………....………… i
HALAMAN PENGESAHAN ...…………………………………………………..............…… ii
HALAMAN PERSEMBAHAN ……..…………………………………….......……....………. iii
HALAMAN MOTTO …..……………………………………...................………....……….. iv
KATA PENGANTAR ……..……………………………....................…………...….……….. v
DAFTAR ISI ……..………………………………..............................………….....………... vi
BAB I . PENDAHULUAN
A     Alasan Pemilihan Judul......................................................................1
B.      Tujuan Penulisan................................................................................1
C.      Ruang Lingkup....................................................................................2
D.     Metode Penulisan..............................................................................2
E.      Sistematika Penulisan........................................................................3
BAB II . LOKASI DAN TUJUAN
A.      Lokasi..................................................................................................4
B.      Tujuan.................................................................................................4
BAB III . SEJARAH , MANFAAT , VISI DAN MISI
A.      Sejarah................................................................................................5
B.      Manfaat...............................................................................................6
C.      Visi dan Misi........................................................................................7
BAB IV . FUNGSI KEBUN BINATANG BANDUNG BAGI MASYARAKAT
A.      Fungsi Kebun Binatang......................................................................8
B.      Fungsi Kebudayaan............................................................................8
C.      Fungsi Pendidikan dan Iptek..............................................................8
D.     Fungsi Perlindungan dan Pelestarian Kekayaan Alam......................8
E.      Fungsi Rekreasi..................................................................................8


BAB V . CIRI – CIRI BINATANG DI KEBUN BINATANG BANDUNG
A.      Ciri – ciri Mamalia.............................................................................9
B.      Ciri – ciri Aves....................................................................................9
C.      Ciri – ciri Reptile................................................................................9
BAB VI . DAFTAR NAMA SATWA KEBUN BINATANG BANDUNG
A.      Kelas Mamalia.................................................................................10
B.      Kelas Aves........................................................................................10
C.      Kelas Reptilia...................................................................................10
BAB VII . PENUTUP
A.      Kesimpulan.....................................................................................11
B.      Saran – saran..................................................................................11
DAFTAR PUSTAKA
















BAB I
PENDAHULUAN
Sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan di SMP N 1 Kedungbanteng bahwa dalam memenuhi persyaratan mengikuti Ujian Akhir Sekolah & Ujian Nasional.
( UAS & UANAS ) maka setiap siswa diwajibkan untuk membuat laporan perjalanan atau karya tulis . Adapun yang akan penulis bahas mengenai : ” MENJELAJAHI KEBUN BINATANG BANDUNG ”
A. ALASAN PEMILIHAN JUDUL
Dalam menyusun karya tulis ini , penulis mengangkat judul ” MENJELAJAHI KEBUN BINATANG BANDUNG"
dengan alasan sebagai berikut :
1.Sesuai dengan obyek yang di tuju dalam pembuatan karya tulis.
2.Untuk mengenal lebih jauh tentang obyek wisata yang ada di Indonesia ,
Khususnya kebun binatang bandung.
3. Menarik minat Pembaca untuk mengunjungi obyek wisata Kebun binatang bandung.
4. Dengan membaca karya tulis ini bisa menambah pengetahuan tentang jenis hewan.
B. TUJUAN PENULISAN
1. Sebagai syarat yang harus dipenuhi oleh siswa – siswi guna mengikuti Ujian
Akhir Sekolah & Ujian Nasional ( UAS & UANAS )
2. Untuk menambah pengetahuan dan wawasan bagi diri sendiri juga para pembaca
tentang kebun binatang Bandung.
3. Untuk melatih dan mengembangkan bakat serta kemampuan penulisan dalam
menyusun laporan perjalanan ataupun karya tulis secara sistematis.
4.Ingin mengetahui sejarah obyek wisata tersebut.
5.Ingin mengetahui daftar nama satwa.

1
C.RUANG LINGKUP
Isi karya tulis ini meliputi :
1.Lokasi dan Tujuan dari Kebun Binatang Bandung.
2.Sejarah Kebun Binatang Bandung.
3.Fungsi Kebun Binatang Bandung.
4.Ciri-ciri Binatang di Kebun Binatang Bandung.
5.Daftar Nama Satwa di Kebun Binatang Bandung.

D. METODE PENULISAN
Dalam penyusunan karya tulis ini Penulis memilih menggunakan metode –
metode sebagai berikut :
1. Metode Dokumentasi
Metode dokumentasi yaitu metode untuk menyusun atau mengolah data yang di peroleh dari data-data berupa buku panduan.
2. Metode Karya Wisata
Teknik pengumpulan data dengan cara membaca dan mencatat dari buku – buku
yang berhubungan langsung dengan Kebun Binatang Bandung.
3.Metode Pengamatan
Penyusun langsung mengamati objek.
4.Metode Interview
Penyusun mengadakan daftar pertanyaan kepada yang bersangjutan dan mengadakan tanya jawab dengan narasumber.
5.Metode Membaca Buku
Penyusun menggunakan buku yang berhubungan dengan sejarah kebun binatang bandung.
Maka dengan metode-metode di atas ,terselesaikan lah sudah tugas penyusun menyusun karya tulis ini.
2
E.SISTEMATIKA PENULISAN
Karya tulis ini terdiri dari 7 (tujuh) bab yaitu :
BAB I    : Pendahuluan
BAB II   : Lokasi dan Tujuan
BAB III : Sejarah ,Manfaat ,Visi dan Misi
BAB IV : Fungsi Kebun Binatang Bagi Masyarakat
BAB V  : Ciri-ciri Binatang
BAB VI : Daftar Nama Satwa Kebun Binatang Bandung
BAB VII: Penutup















3
BAB II
LOKASI DAN TUJUAN
A.Lokasi Kebun Binatang Bandung
Anda tidak akan kesulitan untuk menemukan lokasi kebun binatang Bandung. Hal itu dikarenakan lokasi kebun binatang Bandung letaknya berdampingan dengan kampus Institut Teknologi Bandung atau ITB dan juga sungai Cikapundung. Tepatnya di jalan Kebun Binatang nomor 6 Tamansari Kota Bandung. Kebun binatang Bandung mempunyai luas lahan sekitar 13,5 hektare. Bentuk topografinya yang bergelombang menjadikan tempat ini menjadi unik dan tidak membosankan saat kita berkeliling. Dari luasnya yang sekitar 13,5 ha itu, dibuat beberapa wahana dengan penggunaan sekitar 18,25% untuk areal kandang-kandang hewan, sekitar 55,20% untuk area pertamanan dan lesehan, 4,7% digunakan untuk taman ria dan juga kolam perahu, dan sekitar 2,4% untuk tempat pengolahan sampah. Sisanya digunakan untuk berbagai bangunan seperti kantor, masjid, museum, teater, aquarium, dan jalan.
B.Tujuan
Tujuan kebun binatang Bandung sebagai konvervasi ex-situ ,kebun binatang bandung bertujuan untuk menjadi salah satu benteng terakhir bagi pelestarian satwa berkewajiban mengembangbiakan usaha introduksi jenis-jenis satwa hasil pengembangbiakan kembali kedalam insitu











4
BAB III
SEJARAH ,MANFAAT ,VISI dan MISI

A.Sejarah Kebun Binatang Bandung
Pada tanggal 27 Februari 1957 atas usaha R. Ema Bratakoesoema didirikan Yayasan Margasatwa Tamansari Bandung / Bandung Zoological Garden. Sejarahnya berawal dari taman hewan bernama Bandoengsche Zoologisch Park (BZP), yang didirikan pada tahun 1933 oleh Hoogland dan kawan-kawan. Mereka adalah perkumpulan orang-orang pecinta satwa, yang terdiri dari orang-orang Belanda dan pribumi, seorang diantaranya adalah R. Ema Bratakoesoema. Bandoengsche Zoologisch Park mendapat pengesahan Gubernur Jenderal Hindia Belanda pada tanggal 12 April 1933 Nomor 32, dan perkumpulan orang-orang tersebut sebagai pemiliknya. Pada bulan maret 1946, keluar keputusan pemerintah RI di Jakarta yang memerintahkan pasukan-pasukan pejuang bersenjata mengosongkan kota Bandung. Diawali dengan gerakan Bandung Lautan Api, pada tanggal 24 Maret 1946 malam, pasukan-pasukan pejuang bersenjata mundur keluar kota Bandung sejauh radius 11 Km. Pasukan Laskar Rakyat mundur ke arah selatan ke seberang sungai Citarum. Sejak itu seluruh kota Bandung dikuasai oleh Belanda. Akibatnya Bandoengsche Zoologisch Park menjadi semakin tidak menentu dan kebun binatangnya semakin tidak terurus. Ketika Belanda meluncurkan Agresi Militer ke II, R. Ema Bratakoesoema sudah berada di kota Bandung dan menjadi Wethouder di Pemerintah Daerah Kota Bandung dan menyempatkan mengadakan upaya penyelamatan satwa penghuni Bandoengsche ZoologischPark yang tersisa. Hal itu dilakukan terdorong oleh rasa kasihan terhadap satwa-satwa penghuni Bandoengsche Zoologisch Park, yang menurut perhitungannya sudah sangat terlantar. Pada pertengahan tahun 1956, Hoogland dan beberapa temannya dari Belanda kembali ke Bandung. Mereka mendapati keadaan Bandoengsche Zoologisch Park tidak terawat, lahan taman hewan (istilah yang dipakai waktu itu untuk kebun binatang) tampak seperti hutan karena ditumbuhi oleh tumbuhan liar, kandang-kandangnya rusak, dan satwa hidup yang terselamatkan oleh R. Ema Bratakoesoema tinggal sedikit. Melihat keadaan tersebut, Hoogland yang sejak awal mendominasi kepemilikan Bandoengsche Zoologisch Park berunding dengan R. Ema Bratakoesoema untuk membicarakan nasib dan masa depan Bandoengsche Zoologisch Park. Dalam perundingan tersebut disepakati tiga hal, yaitu:
(1) Membubarkan taman hewan Bandoengsche Zoologisch Park;
(2) Melikuidasi sisa kekayaannya; dan
(3) Mendirikan badan hukum baru untuk melangsungkan usahanya.

5
Berdasarkan kesepakatan tersebut diatas, pada tanggal 22 Februari 1957, R. Ema
Bratakoesoema mendirikan Yayasan Margasatwa Tamansari atau Bandung Zoological
Garden. Yayasan ini menerima hibah sisa kekayaan Bandoengsche Zoologisch Park berupa
hak pakai tanah seluas 16 hektar beserta isinya. Sebagai tanda penghargaan kepada W. H.
Hoogland, R. Ema Bratakoesoema menunjuk Hoogland sebagai ketua yayasan serta
memasukkan pula beberapa orang Belanda yang pernah menjadi pengurus Bandoengsche
Zoologisch Park.
R. Ema Bratakoesoema tidak mempunyai cukup dana untuk membangun kembali
Kebun Binatang Bandung yang keadaannya sudah porak poranda. Sementara keadaan
ekonomi dan perbankan nasional waktu itu juga belum berkembang. Padahal disadari betul
bahwa untuk membangun kembali kandang-kandang dan menambah satwa-satwa koleksi
memerlukan dana yang tidak sedikit. Disamping itu, sudah barang tentu diperlukan pula
tenaga-tenaga karyawan yang kecakapannya sesuai. Sedangkan pada waktu itu, pengangkatan
karyawan tidak didasarkan pada keahlian atau kemampuan pengurusan satwa, melainkan
didasarkan pada kesediaan dan kesanggupan merawat satwa, antara lain membangun
kandang-kandang, dan membersihkan lahan kebun binatang yang seperti hutan liar. Namun,
dengan memeras tenaga dan pengorbanan harta benda miliknya, didorong oleh cita-cita
mencapai hasil setinggi-tingginya, taman hewan yang porak poranda itu dapat dibangun dan
dikembangkan kembali hingga kemudian menjadi Kebun Binatang Bandung yang sekarang
ini.
B. Manfaat Kebun Binatang
1. Sebagai tempat penelitian dalam rangka pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
2. Sarana pendidikan masyarakat
3. Sarana rekreasi pendidikan yang sehat
6
C.FISI DAN MISI
VISI
1) Mewujudkan terpeliharanya kelestarian keanekaragaman jenis satwa dan tumbuhan dari
kepunahan;
2) Mewujudkan terpeliharanya kemurnian genetik jenis satwa dan tumbuhan; dan
3) Mewujudkan terpeliharanya keseimbangan ekosistem yang ada.
MISI
1) Melaksanakan upaya pengelolaan satwa liar sesuai dengan kaidah-kaidah konservasi dan
teknologi yang benar;
2) Mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi bidang kedokteran, biologi, lingkungan
dan disiplin ilmu terkait dalam mensejahterakan dan mengembangbiakan satwa liar, terutama
satwa langka dan terancam punah;
3) Melaksanakan prosedur rehabilitasi dan pelatihan satwa liar dalam upaya pelepasan
kembali ke habitatnya (in-situ);
4) Melaksanakan peragaan satwa koleksi dengan benar dan beretika dengan tujuan
pendidikan dan penyuluhan tentang konservasi serta menyediakan sarana rekreasi edukatif
yang sehat untuk masyarakat; dan
5) Melakukan kerjasama dengan lembaga-lembaga konservasi, baik dalam skala lokal maupun nasional, baik regional maupun internasional dalam bentuk alih ilmu pengetahuan
dan teknologi, tukar menukar satwa, serta bantuan-bantuan teknis dan finansial





7
BAB IV
FUNGSI KEBUN BINATANG BAGI MASYARAKAT
A.Fungsi
Sebagai tempat konservasi ex-situ yang melakukan perawatan, pemeliharaan dan pengembangbiakkan berbagai jenis satwa liar darat, udara dan air.
B.Fungsi kebudayaan
 Kebun Binatang Bandung sebagai tempat rekreasi yang
didalamnya terdapat wahana pergelaran seni budaya, tentunya mempunyai fungsi
kebudayaan, yaitu dapat menanamkan kesadaran dan rasa cinta tanah air melalui
pengamatan dan pemahaman kekayaan budaya, serta pengamatan dan pemahaman
kekayaan flora dan fauna.
C.Fungsi Pendidikan dan Iptek
Kebun Binatang Bandung merupakan sebuah wahana yang dapat dimanfaatkan oleh kalangan edukatif untuk menambah pengetahuan dan untuk menghasilkan butir-butir pengetahuan baru yang bermanfaat dan berguna bagi kehidupan masyarakat. Kebun Binatang Bandung ini juga dapat dimanfaatkan sebagai obyek riset atau penelitian di berbagai keilmuan.
D.Fungsi perlindungan dan pelestarian kekayaan alam
Kebun Binatang Bandung sebagai tempat dimana wahana flora dan fauna dikembangkan dan dilestarikan, berkomitmen untuk menjaga dan melestarikan berbagai satwa flora dan fauna dengan tujuan menjaga kekayaan alam.
E.Fungsi rekreasi
 Kebun binatang bandung tentunya mempunyai fungsi sebaga tempat rekreasi bagi masyarakat.




8
BAB VI
CIRI-CIRI BINATANG DI KEBUN BINATANG BANDUNG
A.Ciri-ciri Mamalia
Ciri-ciri mamalia adalah hewan yang menyusui dan mempunyai kelenjar susu.
Ciri-ciri mamalia :
1.mempunyai puting susu.
2.Tubuhnya dilapisi kulit dengan rambut yang tipis dan pendek.
3.dilengkapi kelenjar keringat.
4.Bernafas menggunakan paru-paru.
5.Berkembang biak dengan cara beranak.
B.Ciri-ciri Aves
Ciri-ciri aves yaitu tubuhnya di tutupi bulu-bulu.
Ciri-ciri aves :
1.Tubuh ditutupi bulu-bulu.
2.sebagian kecil anggotanya tidak terbang.
3.Memililki sepasang kaki dan sayap.
4.Berproduksi dengan cara bertelur ,setelah keluar dierami.
C.Ciri-ciri Reptilia
Ciri-ciri Reptilia adalah tubuhnya tertutup oleh sisik-sisik.
Ciri-ciri reptilia :
1.Tubuh ditutupi sisik-sisik.
2.Jika bergerak dengan cara melata.
3.Berproduksi melalui telur yang dibuahi secara internal.
4.Di inkubasi di dalam seresah dan di dalam tanah.
5.Hidupnya di darat ,air ,dan di atas pohon.
9
BAB VI
DAFTAR NAMA SATWA KEBUN BINATANG BANDUNG
A.Kelas mamalia
1.Anoa
2.Babi Hutan
3.Gajah Sumatera
4.Harimau Sumatera
5.Kijang
6.Rusa Jawa
7.Unta punuk satu
B.Kelas Aves
1.Burung beo
2.Burung kasuari gelambir dua
3.Burung elang
4.Burung hantu
5.Burung gagak
C.Kelas Reptilia
1.Buaya Muara
2.Buaya air tawar
3.Kura-kura
4.Ular sanca




10
BAB VII
PENUTUP
A.Kesimpulan
Berdasarkan uraian dari bab 1 sampai bab VII dapat kita simpulkan sebagai berikut :
1.Kebun binatang Bandung yang letaknya berdampingan dengan kampus Institut Teknologi Bandung atau ITB dan juga sungai Cikapundung. Tepatnya di jalan Kebun Binatang nomor 6 Tamansari Kota Bandung.
2.Kebun binatang Bandung adalah tempat bermain dan mengenal lebih banyak binatang- binatang.Tempat dimana wahana flora dan fauna dikembangkan dan dilestarikan, berkomitmen untuk menjaga dan melestarikan berbagai satwa flora dan fauna dengan tujuan menjaga kekayaan alam. Sebagai tempat konservasi ex-situ yang melakukan perawatan, pemeliharaan dan pengembangbiakkan berbagai jenis satwa liar darat, udara dan air.
3.Kebun binatang mempunyai tujuan untuk mengadakan sarana rekreasi alam yang sehat untuk mendidik dan mengembangkan budaya masyarakat dalam memelihara keseimbangan kelestarian lingkungan.
4.Kebun binatang bnadung mempunyai fungsi sebagai sarana perlindungan atau pelestarian alam ,penelitian pendidikan ,tempat rekreasi dan apreasi terhadap alam.
B.Saran-saran
1.Saran-saran untuk petugas
Kebersihan harus dijaga supaya kesan yang kurang baik dan pengunjung dapat menikmati keindahan alam ,keanekaragaman satwa-satwa dengan nyaman tanpa was-was akan ada gangguan kesehatan.Keamanan perlu di tingkatkan.Keramah tamahan petugas perlu diutamakan agar setelah berkunjung mempunyai kesan yang baik.
2.Kepada pihak pengelola kebun binatang Bandung agar tetapmemelihara kelestarian marga satwa yang telah ada jangansampai diambil oleh orang – orang yang tidak bertanggung jawab.
3.Kepada pengunjung agar tetap menjaga keutuhan marga satwayang kita miliki karena itu adalah kekayaan bangsa yang perlukita lestarikan bersama – sama.pengunjung dapat menjaga kebersihan disekitar lokasi.Jangan mencoret-coret dinding dan mematuhi aturan di kebun binatang Bandung.

11
DAFTAR PUSTAKA

Cahyo Purnomo,Endri dkk,1996. “Menjelajah Kebun Binatang Gembira Loka”.Kedungbanteng :Karya tulis.Kelas 9C
Heri Kristiawan,Oktavia dkk,1997. “Mengenal Kebun Binatang Gembira Loka”.Kedungbanteng :Karya tulis.Kelas 9A
Majalah Bobo Nomor 42, Februari 2003.Jakarta :PT Penerbitan Sarana Bobo.
Noto Susanto,Nugroho.2004 “Sejarah Kebun Binatang Bandung”.Depdikbud :Jakarta.Prenada Media group.
Brosur,Maret 2009. : ”Wisata Kebun Binatang Bandung”.Bandung :akademia.










i i i


Tidak ada komentar:

Posting Komentar